Monday, December 26, 2016

Review: Dermaluz Lip Matte


Wahai para pencinta lipstik yang budiman, saya mau tanya, berapa pasang bibir yang kamu punya? Kalo saya cuma punya sepasang. Tapi rasanya ga rela kalo cuma punya lipstik satu. Parahnya lagi dari sekian banyak lipstik yang saya punya, belom tentu juga ada satu yang dipake sampe bener-bener habis. 

Ok, maapin, kata sambutannya agak ngaco. Mari fokus ke topik.

Di tengah banyaknya produk lokal yang lagi giat mengeluarkan matte lip cream, ada satu lagi yang ga mau ketinggalan, namanya Dermaluz. Brand ini terbilang masih baru banget. Kalo kalian main-main ke website-nya, selain matte lip cream, produk yang mereka baru launch adalah serum wajah. Tapi kali ini saya berkesempatan mencoba 4 warna dari Dermaluz Lipmatte.





KEMASAN
Produk ini dikemas dalam tube hitam dari plastik yang lumayan gendut tapi elegan. Yang bikin dia elegan kayaknya gara-gara ada font italic warna gold. Pada tiap tube-nya terdapat intipan (apa ya bahasa enaknya?) jadi kita bisa lihat warna tiap variannya. Perbedaan warna ini juga kita bisa lihat di bagian kotaknya. Yang gue suka dari kemasannya adalah komposisi dan segala keterangan tentang produk terulis jelas di kotaknya.






Aplikatornya berbentuk doe foot seperti biasa. Bantalan aplikatornya ini gak terlalu empuk tapi bentuknya kecil, jadi membantu banget kalo mau bikin garis bibir yang rapi. Aromanya agak manis, kayak campuran aroma buah dan vanilla. Tapi lama-lama hilang kok.


Kiri ke kanan: Palm Polly, Middlemist, Passion Flower, Lady Slippers

Sekilas warna Palm Polly dan Middlemist agak mirip ya. Tadinya saya pikir saya yang salah ngambil tube-nya, tapi ngga deng. Mereka emang mirip, sama-sama nude tapi undertone-nya aja yang sedikit beda. Nanti kita bahas satu-satu ya.



Palm Polly adalah warna nude dengan warm undertone. Yang paling aman buat dipake di hampir semua skintone, ya warna ini deh. nude tapi gak bikin pucet.




Middlemist adalah warna nude dengan cool undertone, agak mengarah ke mauve dikiiit. Di saya warna ini agak pucet, jadinya harus dipake pas lagi bedakan tebel, kalo ngga bisa kayak orang sakit. Tapi kayaknya cocok banget dipadu padan sama riasan smokey eyes nih.




Passion Flowers adalah warna favorit saya. Dia itu pink cerah dengan warm/orange undertone. Tadinya saya pikir warna ini bakal jadi neon banget tapi pas dipake ke bibir ternyata ngga kok. Hanya saja warna ini lama kelamaan oxy di bibir saya dan berubah jadi lebih merah setelah beberapa jam pemakaian. But still it's a beautiful bright pink anyway.





Lady Slippers. Nah kalo warna ini adalah warna merah semu jingga. Tadinya saya ngarep warnanya jadi merah nyolot gitu, soalnya di botol keliatan nyolot, tapi ngga ding. Hasilnya warna ini lumayan aman dipake buat yang mau pake merah tapi belom ada nyali banget... Heheheh.


***


Matte lip cream ini hasilnya buakn yang dead matte banget ya. Emang dia akan tampak matte di bibir, tapi tetap transfer. Enaknya kalo lip cream yang model soft matte begini, dia gak berasa kering di bibir walau dipake seharian, soft banget, cuma emang kalo abis minum gelas jadi kotor sih. Tapi kan bagus, at least gelas kamu jadi gak ketuker ama punya orang.

Untuk teksturnya, saya ngerasa produk ini agak cair, jadi susah mau dapetin hasil yang bener-bener rata and mulus, walaupun menurut saya, untuk pemakaian sehari-hari hal ini gak terlalu jadi masalah. Keringnya juga cepet, gak perlu nunggu lama. Hasilnya bisa bertahan awet seharian kalo kamu hati-hati makenya, tapi dipake makan pun gak gampang hilang. Kalopun hilang, di-touch up lagi juga gak susah karena dia gak ninggalin tekstur yang flaky di bagian dalem bibir.

Produk ini bisa kamu dapetin di dermaluz.co.id dengan harga Rp.87.000. Sampe sekarang sih warna yang ada baru empat warna ini, seluruhnya tergolong warna-warna yang cukup aman dipake. Walau begitu saya sih ngarepnya dia bakal launch warna-warna yang lebih berani, kayak merah vampir gitu.



Yang mana warna favorit kamu?




Garnier Micellar Cleansing Water--The Unboxing and Short Review




Beberapa tahun belakangan ini, dunia pembersih wajah lagi kedatangan tamu baru namanya Micellar Water. Di Indonesia produk-produk impor sejenis ini sempet booming, merk-nya ada lah ya, pokoknya merk anu sama anu deh. Harganya lumayan fantastis. Sekali dua kali nyoba, boleh lah. Tapi kalo mau saya masukin ke dalam daftar skincare rutin, kayaknya keuangan saya bisa mendelep.

Saya sempet naksir micellar water-nya Garnier, sayangnya waktu itu masih impor. And you know lah, harganya juga masih fantastis pas masuk ke Indo itupun harus pesen lewat PO. Ada juga sih beberapa merk kosmetik lokal yang launch produk serupa cuma saya belom sempet nyoba aja. Nah pas tau kalo Garnier micellar water mulai diproduksi di Indo, seriusan, saya penasaran banget pengen nyoba.





Dari tadi perasaan saya ngomongin micellar water mulu. Sebenernya apaan sih itu? Pembersih muka kayak cleansing oil, cleansing milk, atau makeup remover biasa kah? Bukaaan. Walaupun fungsinya sama sih, tapi konsepnya agak beda dari jenis pembersih yang saya sebutin tadi.

APAKAH MICELLAR WATER ITU?
Micellar Water pertama kali dikembangkan di Perancis karena kualitas air di sana sangat buruk, banyak mengandung logam, dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kulit. Oleh karena itu maka dikembangkanlah inovasi Micellar Water yang banyak mengandung partikel-partikel kecil bernama Micelle atai Micella (plural: Micelles atau Micellae) yang dapat menarik kotoran, debu, bahkan makeup waterproof sekalipun secara cepat seperti magnet, sifatnya sangat lembut tanpa perlu dibilas.








Dapet bonus kapas bulat juga dalam paket yang dikirim Garnier, hehehe


Garnier micellar water ini terdari dua varian, yang botol pink dan botol biru. Yang botol pink diformulasikan buat orang dengan kulit normal dan sensitif. Sedangkan yang biru itu dari seri Pure Active, khusus untuk kulit berminyak dan cenderung berjerawat. Kedua varian ini dijual dalam botol plastik bening yang ringan dengan tutup flip cap praktis, terdiri dari satu ukuran saja yaitu 125 ml.







Tutupnya praktis banget, tinggal di flip aja. Ga sakit juga pas dibuka tutup.





Produk ini 'wujudnya' seperti air biasa, bening dan encer, tanpa ada bau apapun. At least begitulah menurut penciuman saya. Cara pakenya juga gampang banget, sama kayak pake pembersih makeup aja. 
  1. Tuang cairan secukupnya ke kapas.
  2. Tekan area wajah yang akan dibersihkan.
  3. Lalu terik semua sisa debu dan kotoran.
As simple as that. Hasilnya gini:




Dari kedua varian ini, saya baru nyoba yang botol pink. Kayaknya sayang aja kalo dua-duanya harus dibuka berbarengan. Ntar kalo yang botol biru udah dicoba, bakal saya update di sini ya.

Pada percobaan di tangan, masih keliatan sisa-sisa eyeliner waterproof dan lip cream yang emang susah dibersihkan. Tapi waktu saya pake buat bersihin eyeliner Jesse's Girl yang waterproof di mata, produk itu gampang banget saya bersihin, walau prosesnya perlu 2-3 kali usap. Enaknya lagi produk ini ga berasa ninggalin rasa berminyak di wajah, just like using water. Klaim yang menyatakan kalo produk ini bisa dipakai untuk membersihkan area mata dan bibir juga gak bohong menurutku, karena pas dipake di area mata gak berasa perih, dan gak bikin bibir pecah-pecah juga.

Meskipun begitu, saya sih gak terlalu yakin dengan klaim: tidak perlu dibilas dengan air. Untuk saat-saat mepet, gapapa kali la yaaa. Tapi ketika dipake buat membersihkan maskara waterproof, masih ada sedikit sisanya. Jadi saya memilih untuk membasuh lagi wajah dengan air dan sabun--orangnya parno.

Di luar dari hal itu, saya cukup yakin kok untuk memasukkan produk ini ke dalam list skincare rutin. Selain fungsinya yang gak main-main, harganya juga masih relatif terjangkau, cuma IDR 30.000 untuk harga retailnya. Sayang aja dia baru keluar dalam satu ukuran 125 ml. Untuk sebuah produk yang bakal tiap hari dipake, produk ini jelas butuh kemasan yang lebih besar. Segede botol kecap juga gapapa.



Saturday, December 17, 2016

Review; Sleek Makeup i-Divine Palette in Au Naturel (601)

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

As much as I love rainbow color eyeshadow palette, I do love collecting palettes filled with arrays of earth tone shades and this Au Naturel Palette has been in my wishlist since like forever. Well, actually, almost all of eyeshadow palettes launched by Sleek are in my wishlist since they are famous with their quality and reasonable price.

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY


REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY
It has 12 months PAO (Period After Opening).

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

This palette comes in a simple black packaging with a decent built-in mirror and a double ended sponge applicator. I don't use sponge much lately, so I don't think this item would be such a good use for me. 

There are 12 neutral colours in this palette. The top row are the majority of matte and lighter shades that are suitable for daily look or no makeup look, while you'll find most of the shimmery and darker ones on the bottom row, suitable for night look. I fell in love right away seeing this range of colors since I can tell exactly that these are also suitable for contouring and highlighting my face.

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATURAL-ESYBABSY

  1. Nougat. A true white with matte finish. 
  2. Nubuck. Light taupe color with matte finish.
  3. Cappucino. Beige shade with matte finishing and poor pigmentation.
  4. Honeycomb. A yellowish brown with matte finish.
  5. Toast. A matte light peach. Low pigmentation.
  6. Taupe. A metallic champagne color with loads of shimmer.
  7. Conker. Shimmery dark bronze.
  8. Moss. A dark taupe with a little shimmer.
  9. Bark. A matte dark brown with cool undertone.
  10. Mineral Earth. Shimmery dark bronze.
  11. Regal. Matte reddish brown.
  12. Noir. A matte black.
Unfortunately, the pigmentation are a bit of a disappointment on the top row. I don't know if it's just my skin tone but they are barely seen when I swatch them on my wrist, except for the Taupe color. The colors on the first row, well, most of them, felt hard on the pan and chalky. For the color Nougat, Cappucino, and Honeycomb, instead of using them as proper eyeshadows, I use them to set my eye primer to even out the eyeshadow colors I'm gonna be using later. Taupe is a perfect color to use as highlighter, whether on the face or eye areas. And finally, I usually use Toast and Nubuck  for transition colors. At least there are some good use of them.

The second row are filled with wonderful pigmentation. Noir, in my opinion, has the best quality. Just like any other black colors in Sleek iDivine palette, Noir has the smoothest texture, easy to blend, and great pigmentation.

***

Well, apart from many good reviews about this palette, I would say this product is just so so. They are filled with many beautiful neutral shades tho', but unfortunately the first row is such a disappointment. I bought this palette for around IDR 160,000 (I forgot how much exactly) in www.beautyhaulindo.com. To be honest, I'd rather pay more to get better quality palettes. I think my search for neutral palette has not ended yet.