Thursday, August 27, 2015

Tutorial: Natural Daily Eye Make Up




Setelah di post sebelumnya gue bikin tutorial alis, sekarang gue mau buat lanjutan eye makeup-nya. Sesuai judulnya, eye makeup ini cocok banget buat dandan sehari-hari karena warnanya natural. Dan pastinya praktis karena cuma butuh dua warna eyeshadow paling basic yaitu coklat tua dan hitam.

Ya mulai aja deh.


Langkah pertama dimulai dengan hati yang tenang, dengan begini kita akan lebih mudah melakukan apapun yang kita mau dengan hasil yang lebih maksimal dibanding bila kita mengerjakannya dengan terburu-buru. Hehehe... 



Pertama bentuk alismu sekece mungkin.
*Kalo kamu melakukan makeup ini pada wajah orang lain, biar lebih efektif gambar alisnya belakangan aja.




Baurkan eye primer atau eyeshadow base di seluruh kelopak mata menggunakan ujung jari atau kuas.

Apply your favorite eyeshadow base/primer on all over your eyelids.




Dengan crease brush atau tappered blending brush, bubuhkan eyeshadow di area outter V lalu baurkan ke seluruh bagian lipatan mata/crease. Seperti yang bisa kamu lihat di gambar, fokus pada area yang diberi garis ya.

Apply dark brown eyeshadow on the outter V and blend it onto the crease.




Masih menggunakan kuas yang sama, buburkan sedikit eyeshadow warna hitam di outter V saja. Lalu baur hingga menyatu dengan warna coklatnya.

Apply a lesser amount of black shadow on your outter V and blend it with dtha dark brown.




Bingkai kelopak atas dengan eyeliner dengan bentuk sesuka kamu. Karena gue mau bikin ini senatural mungkin, jadi gue bikin garisnya simpel aja.

Line your lid with black eyeliner.




Tempelkan bulu mata palsu.
Step ini sebenernya gak wajib, namanya juga natural makeup. Kalo gak mau pake bulu mata palsu, cukup jepit bulu mata dan bubuhkan maskara. Kalaupun mau pake bulu mata, pilih yang modelnya natural aja.

Apply fake eyelashes. Or you can simply curl your lashes and apply mascara if you don't wish to use fake lashes.




Biar mata keliatan lebih 'bersih' dan 'bening', garis waterline-mu dengan pensil putih.

Line your waterline with white pencil.




Bubuhkan maskara di bulu mata bawah. 
Step ini juga membantu matamu keliatan lebih besar. Untuk hasil yang lebih cetar membahana, bubuhkan maskara dua lapis di bulu mata bawah. Kasi jarak sekitar 5 menit pada tiap pengaplikasiannya biar hasilnya lebih maksimal.

Apply two coats of mascara on your lower lashes.


***



Hasil akhir:






Product used:

NYX Cosmetics single eyeshadow in Dark Brown & Black
NYX Cosmetics retractable eyeliner pencil in White
NYX Cosmetics eyeshadow base in White
Masami Shouko Tappered Blending Brush No. 219
Dolly Wink Liquid Eyeliner in Black
Max Factor Clump Defy Waterproof Mascara in Black
Dolly Wink lashes (replika)
Baby COlor Candy Rainbow softlenses in Blue


Ini hasil foto seluruh mukanya. Biar kesannya makin natural, bibir cuma dikasih lipgloss bening.


Maap yak kalo eyemakeup-nya gak terlalu keliatan karena emang aslinya soft banget sampe susah gue mau capture biar keliatan di kamera (alesan hehe). But trust me, in real life, eye makeup ini akan memberi kesan mata sedikit terangkat dan wajah yang keliatan dewasa. Bukan imut ya, tapi DEWASA.
:D

Baiklah, semoga bermanfaat. Oh ya, mau nanya. Sukur-sukur kalo ada yang mau jawab. Enaknya tutorial gue dibikin foto satu-satu begini atau dibuat kolase? What do you think? 








Sunday, August 23, 2015

Tutorial: How I Draw My Eyebrows

Tanpa sadar yah, gue tuh gak punya stok tutorial bikin alis. Eh, ada sih, tapi itu setaun lalu waktu dandanan gue masih acakadut, alhasil cara bikinnya juga rada absurd, karena emang bener-bener hasil imajinasi. Dan gue yakin, orang-orang yang tau gimana teknik yang benar dalam menggambar alis, pasti ketawa atau geleng-geleng kepala liat post gue yang satu itu. Gak percaya? Coba aja cek di sini.
 
Karena makin ke sini gue makin sadar alis, hasil browsing google dan youtube, akhirnya gue putuskan untuk bikin tutorial baru, sesuai dengan rutinitas 'ngalis' gue yang akhir-akhir ini paling sering gue lakonin.
 
Oke, pertama yang harus gue tekankan, ada banyak jenis alat buat menggambar alis. Mulai dari yang paling basic yaitu pensil, terus ada eyebrow gel, ada yang bentuk pomade, maskara alis, eyebrow powder yang mirip eyeshadow, sampe yang bentuknya kayak spidol. Sayangnya gue belom sempet membahas jenis-jenis alatnya. Menurut lo perlu ga gue bahas?
 
Di sini alat yang gue pake adalah Etude House Drawing Eyebrow warna Black Brown, sejenis pensil alis tapi bentuknya pipih. Sebenernya alat yang biasa gue pake bukan ini, melainkan Wet n Wild Ultimate Eyebrow Kit (yang amazing bangetttt), tapi gue pake Etude ini untuk keperluan review produk juga hehehe. Tapi yah, intinya sama aja kok.
 
 
 

Pertama, always start with clean eyebrows. Jangan sampe ada produk makeup apapun tersisa di alis.
 
*cukur alis di sini optional, ini pilihan gue. Kalo elo ga mau cukur alis, ya ga usah.
 
 
 
 
Menggunakan sikat alis yang bersih, rapikan rambut alismu. Untuk step ini kamu juga bisa menyisir alis menggunakan maskara bening atau wax alis supaya rambut alis lebih rapi. Atau kalo mau lebih ekstrim, bisa juga semprot hairspray di sikat alismu (baek-baek alis rontok!). Tapi kalo gak punya, disisir pun cukup.
 
 

 
Buat garis di bagian bawah alis mulai dari bagian dalam alis di dekat hidung sampai ke ujung.
Biar alismu nanti keliatan rapi, usahakan garisnya itu berada 'lebih bawah' dari ujung rambut alis yang kadang suka turun-turun lagi meskipun udah disisir.
 


 
Taris garis lagi di bagian atas alis, dimulai dari 3/4 bagian dalam alis lalu pertemukan di ujungnya. Untuk lengkungan di puncak alis, lebih manis kalo kamu bentuk membulat ketimbang garis patah/runcing. Biar ga keliatan kayak digambar banget gitu. Tapi ini selera sih.
 


 
Isi bagian 3/4 bagian lam alis yang kosong dengan pensil alis. Untuk step yang ini, biasanya gue lebih suka menggunakan eyebrow powder atau eyeshadow karena hasilnya keliatan lebih terisi, dan lebih gampang juga.
 


 
Isi sisa bagian alis yang kosong dengan pensil tapi dengan gerakan yang lebih slow, alias gak ditekan. Untuk bagian dalam alis, kadang suka gue gambar mengikuti arah alis tumbuh (ke atas) biar hasil akhirnya nanti keliatan lebih halus gradasinya.
 
 

 
Buat gradasi alis mendekati puncak hidung.
Untuk step ini gue menggunakan alat apapun yang bisa gue pake. Kadang pake ujung pensil, pake ujung jari, pake sikat alis/maskara, atau dengan eyeshadow. Intinya bikin gradasi sehalus mungkin yang nanti akan nyambung ke batang hidung. Yang penting lagi nih, usahakan gradasinya gak terlalu dekat dengan alis sebelahnya, ntar alis lo keliatan nyambung. Hehehe.
 
Naaah, ritual alis yang gue kerjain untuk makeup sehari-hari sih biasanya sampe di sini aja. Tapi untuk saat-saat tertentu, kayak mau ke acara resmi, pas lagi makeup-in klien, atau untuk sekedar foto-foto blog, gue akan menambahkan langkah-langkah berikut:
 
 

 
Aplikasikan concealer di bagian atas dan bawah alis menggunakan kuas concealer.
 


 
Lalu blend serapi mungkin. Step yang terakhir ini, berguna banget terutama buat kalian yang gak mau cukur-cukur alis karena dapat menyamarkan rambut di sekitar alis yang udah kamu bentuk. Begituuuu!
 
 
Hasilnya:



Ketebalan dan warna alis suka gue sesuaikan dengan mood dan sikon juga, cuma gue lebih seneng alis dengan warna coklat tua ketimbang coklat kemerahan. Lebih tegas aja gitu.





Ok, gue harap tutorial ini cukup jelas ya. Kalo ada yg mau ditanyain, monggo komen aja.






Monday, August 10, 2015

Review: MUA Luxe Velvet in Reckless


Kayaknya blog gue ini lebih enakan disebut diari lipstik ketimbang blog kecantikan, karena isinya kebanyakan lipstik. Lipstik yang mau gue review kali ini adalah MUA Luxe Velvet shade Reckless. Gue pernah review yang warna Kooky dan Tranquility beberapa bulan lalu (baca di sini) dan sempet agak nyesel kenapa gak beli shade Reckless dari dulu karena makin ke sini warna ini makin jarang yang jual. Ditambah lagi kayaknya kepopuleran MUA Luxe Velvet ini semakin menurun digerus oleh beberapa liquid matte lipstick dari merk-merk lain. Well, akhirnya walaupun preloved gue akhirnya bisa juga punya warna ini.

MUA Luxe Velvet ini hanya bisa didapatkan di Indonesia melalui online dengan harga berkisar sekitar IDR 120K.




Kemasan MUA Luxe Velvet ini cukup elegan, keliatan kayak lipstik mahal, padahal dia produk kelas menengah. Botolnya terbuat dari frosted glass dengan tutup hitam bertekstur seperti beludru. Box-nya juga gak kalah elegan bo. Jadi tambah keliatan mahal.








Aplikator klasik: doe-foot.


MUA Luxe Velvet ini memiliki tekstur creamy dan lumayan kental. Dia akan terlihat basah pada awal pengaplikasian dan berakhir dengan hasil yang matte/kering. Ada aroma chemical atau cat tembok yang lumayan menyengat. Duh, heran kenapa beberapa produk sejenis dengan harga murah baunya rata-rata seperti cat tembok. Tapi bau ini lama kelamaan akan hilang begitu lipstiknya mengering di bibir.

The texture is some thick creamy consistency that will look wet when freshly applied and turn to matte after several minutes. It has some strong chemical smell.




Reckless adalah warna classic red, just like I expected dari sebuah lipstik merah. Tidak ada hint orange atau coklat, atau pink, atau whatever, just an absolute red yang akan cocok dengan tone kulit apa saja. Gue bener-bener gak nyesel beli warna ini. Selain LA Splash Inflamed dan Lime Crime Red Velvet, ini adalah warna true red yang bener-bener pedes.

Reckless is a classic red that will suit every skin tone.




Sesuai dengan klaimnya, MUA Luxe Velvet adalah lipstik cair yang akan berubah tekstur menjadi dead matte setelah beberapa menit. Dan seperti yang udah gue mention sebelumnya, produknya itu bertekstur krim kental, bukan cair. Jujur aja, proses mengeringnya makan waktu yang agak lama. Maybe butuh waktu sekitar 15 menit sampe die bener-bener berubah jadi matte. Itu sebab kenapa swatch di bibir gue keliatan basah, soalnya gue gak sabar nunggunya bo. Proses mengeringnya itu adalah sebuah masa yang sangat tidak nyaman, di mana teksturnya berubah dari basah, lalu agak-agak lengket, sampe akhirnya mengering. Asli gak enak banget. Dan kalo dia belom bener-bener kering, gak usah iseng mengatupkan bibir ya. Bakal ancur hasilnya.

Setelah mengering, MUA Luxe Velvet ini akan bener-bener tahan seharian di bibir gue. Kecuali untuk bagian dalam bibir yang akan menggumpal karena basah, jadi keliatan kayak pake lipstik setengah bibir doang dan kalo mau diaplikasi ulang agak ribet. Jadi gue saranin mending hapus semua dari awal, atau pasrah aja sama keadaan.

Oh ya, apakah ini bikin kering? Secara logika sih, pasti lah bikin kering. Namanya juga bibir dibiarin matte seharian. Kalo mau diakalin boleh pake lip balm dulu beberapa menit sebelom pake ini. Dan enaknya, MUA Luxe Velvet ini bukan produk yang susah dibersihin. Gue cukup pake pembersih makeup Sariayu atau Viva aja udah kehapus.

So overall, MUA Luxe Velvet ini bukan one of the best product. Standar lah. Kalo dilihat dari harganya sih emang lumayan terjangkau, tapi untuk tekstur, tingkat kenyamanan, longevity, dan lain-lain, produk ini gak lebih bagus dari produk lain. Apalagi pilihan warnanya yang emang cuma dikit banget (8 warna) dan semuanya adalah warna-warna aman. Dari semua warna itu menurut gue warna bold-nya yang bagus (kooky dan reckless) sedangkan warna nude-nya cenderung terlalu pucat.

According to the claim, this product are wet when freshly applied will turn to matte after several minutes. But to be honest they don't dry completely in just a sec. Yes they would turn to LOOK MATTE in just several minutes, but it took about 15-20 minutes before they dry completely, and for the time being, I get my lips all sticky and  tacky and didn't even dare to pout my lips together, afraid of getting the layers fall apart.


After they dry, they won't budge, so don't make any mistake when applying them. They are also very pigmented. I don't even have to dip twice to get the right result. Although you'll need several layers of application to get the opaque result., and they also easily stuck on your teeth. LOL.

Just like most lip laqcuers, this product will also make you feel that 'drying' feeling on your lips the whole day, as if your lips are sealed with a ducktape or something. I don't really have problems with drying lips whatsoever, since I always scrub my lips and apply lip balm afterwards. Also, I don't use matte lip lacquers on daily basis.

They really last the whole day, even after taking a meal. Very heavy meal. But the bad thing is the inner part will clumps first and reapplying them is a bit of a struggle.





Tuesday, August 4, 2015

Review: Lime Crime Velvetiness (Cashmere)

Note: This post will be written in Bahasa Indonesia. An English conclusion will be written at the end of the post


Hai!

Gileee, it's been a while banget yak since the last time I updated this blog. Kira-kira ada sekitar 14.726 alasan kenapa gue lama ga update blog, tapi kepanjangan kalo mau gue jabarin satu-satu. Yah, intinya gue sibuk banget lah jadi owner dari 3 kafe, 2 restoran, 4 perkebunan (plus peternakan), dan 1 toko roti. Bayangkan, kalo semuanya gue anggurin, bisa-bisa score gue dibalap sama lawan dan ranking gue di leaderboard merosot tajam! Btw, cuma gamers yang ngerti omongan ini.

Yang mau gw bahas sekarang adalah Lime Crime Velvetiness lagiiii. Kapan gitu pernah gue review yang warna Pink Velvet. Sekarang gue mao review warna yang lebih kalem: Cashmere.

Pas gue beli Ini, Cashmere adalah atu-atunya warna yang nude. Tapi sekarang udah ada 3 warna lagi yang lumayan wearable. Gue belinya ini juga preloved. Kemasannya sih gak terlalu beda jauh sama Pink Velvet seri lama. Masih dikemas dalam frosted glass transparan dan tutup kaleng warna merah. Yang beda sih desain kotaknya. Cuma ga penting banget lah dibahas.










Si aplikator Velvetiness ini bentuknya doe foot yah. Ketimbang aplikator model lurus, gue lebih suka doe foot. Lebih bersahabat aja dengan struktur badan manusia. Jadi makenya lebih gampang. Produk ini juga memiliki aroma vanilla yang khas. 

Sayangnya gue lupa upload foto swatch-nya di tangan, dan fotonya juga udah menghilang entah ke mana. Jadi ini gue kasih swatch bibirnya aja ya.



Buat kamu yang belom familiar dengan Velvetiness, produk ini adalah lipstik cair yang akan berubah menjadi matte. Gak perlu lama-lama menunggu sampe dia jadi kering di bibir. In fact, ini salah satu poduk yang cepet banget keringnya dibanding produk-produk sejenis. Jadi kalo salah oles, ya tiada maaf dah.



Cashmere adalah warna greige... Alias greyish beige. Warnanya jauh lebih pucat dibanding bibir asli gue. Makanya gue bilang, walaupun dia nude tapi bukan warna yang wearable banget kayak Sleek Birthday Suit misalnya. Kalo pake ini, makeup harus full coverage dari ujung jidat sampe dagu (cocok buat smokey eyes). Kalo ngga, keliatan lagi kurang darah. Suami gue pernah nanya pas gue make ini: kenapa kamu pake lipstik abu-abu? Cape deh.

Oh ya, meskipun warna ini di gue jadi cenderung abu-abu, belom tentu di elo bakal begini juga ya. Mungkin hasilnya akan lebih manis kalo elo punya bibir yang warna aslinya ngepink atau agak merah.

***

Jadi kan banyak tuh yang bilang kalo Cashmere ini warnanya sama dengan Colourpop Lippe Stix yang warna Tootsie, padahal menurut gue sih ngga. Mungkin sekilas iya, tapi Cashmere lebih pucat dibanding Tootsie, walaupun bisa dibilang they're like sisters.

Selama pake Cashmere ini, gue gak ngerasain ada keluhan bibir kering atau rasa gak nyaman dipake. Beda kalo gue make yang warna Pink Velvet, rasanya tuh bibir kayak dikeletek banget. Tapi ngga dengan yang ini. Gue ga tau kenapa tapi denger-denger sih Velvetiness sempat direformulasi jadi lebih nyaman dipake. Walaupun mungkin ini ada hubungannya juga dengan jenis pigmen yang dipake.

Oh ya, selain nyaman, Cashmere ini juga lebih gampang luntur dibanding Pink Velvet. Gue ga bilang dia gak awet ya. Awet sih, tapi kalo mereka berdua dibandingin, Pink Velvet lebih tahan kama dibanding Cashmere. Kalo dibilang berapa jam awetnya... hmmm, kalo gue sih pernah dipake 6 jam gak luntur sama sekali, padahal udah gue pake makan spageti. Tapi entahlah, seperti yang pernah gue bilang sebelomnya, gue tuh punya bakat khusus menjaga keawetan lipstik di bibir.

Lime Crime dijual dengan harga USD 20 di website aslinya, untuk isi yang hanya sekitar 2 ml. Agak pelit sih. Di Indonesia hanya bisa didapatkan lewat online dengan harga bervariasi dari IDR 350K sampe IDR 450K. Tergantung elo beruntung apa ngga.


Lime Crime Velvetiness in Cashmere is a grey beige liquid lip color. On me it's a bit hard to pull off and the color itself is not some wearable nude one. It applies wet and dries dead matte in just a few secs. It has some vanilla fragrance. Unlike Lime Crime Pink Velvet, Cashmere formula is a bit lighter and thinner, easier to apply and layered.

This one stays about 6 hours on me without touching up and I don't feel like drying or as if my lips are being torn. It really is a comfortble product on me.

Many says Colourpop Lippie Stix in Tootsie is a great dupe for Cashmere, while I tend to disagree since Tootsie is a bit darker and more wearable than Cashmere. But they sure are sisters.

This product is available for USD 20 each on their official website. You can only buy this in Indonesia thru' online stores for bout IDR 350K to IDR 450K.